Ketika Ayah kembali ke Masa kecilnya.




Siapa tak kenal ayah, sesosok pria yang selalu berjuang untuk menghidupi keluarganya. Seseorang yang tak kenal lelah mencari nafkah hanya untuk membiayai masa depan keluarganya. Seseorang yang selalu menjadi inspirasi bagi anak-anaknya. Namun tahukah kalian? Bahwa ayah pun bisa berubah menjadi sesosok yang kekanak-kanakan ketika waktunya tiba.

Ayah akan kembali ke masa kecilnya ketika anak-anaknya telah menjadi dewasa. Masa-masa dimana sang ayah akan menjadi sesosok orang yang lebih sering menghabiskan waktunya untuk hal yang disukainya. Entah itu membeli peralatan yang ia sukai, entah itu kembali berkumpul bersama teman-temannya, maupun melakukan hobby yang dulu sempat terhenti karena berjuang keras untuk keluarganya.

Tulisan ini sendiri terinspirasi dari perbincangan dengan seorang teman dekat pada minggu malam, 28 Juli 2013. Sebut saja nama temanku JN, malam itu JN bercerita sedikit mengenai kehidupan di keluarganya. Kehidupan sebuah keluarga dimana sang ayah menjadi tokoh inspiratif dan contoh bagi anak-anaknya. For your info, JN ini dikenal sebagai sesosok yang ramah dan mudah berkomunikasi dengan siapapun, sehingga banyak teman yang nyaman dengannya.

Sebelum masuk ke cerita intinya, JN bercerita mengenai salah seorang anggota keluarganya, yakni Ibunya. Anggota keluarga yang mungkin pada waktu itu sedang lupa dengan perjuangan sang Ayah dahulu. Sang anggota keluarga ini tiba-tiba menyalahkan sang ayah karena suatu hal. Tentu saja hal ini membuat JN yang sangat mengenal sosok ayahnya ini menjadi logicable dan mengucapkan beberapa kata yang menurut penulis, menginspiratif.
“Iya, JN tau koq kalau ayah sekarang sudah ngga sehebat dulu, tapi apa mama lupa perjuangan ayah dulu ketika JN masih kecil”, ujar JN dengan nada halus.
Tak lama setelah itu, JN pun kembali mengucapkan kata-kata yang mengingatkan kita semua kepada sesosok ayah yang luar biasa.
“Dulu mama inget? Ketika JN kecil, siapa yang berjuang mati-matian menghidupi keluarga kita? Siapa yang selalu bangun jam 4 pagi untuk kerja di komplek Bintaro yang saat itu banyak anjing berkeliaran? JN juga bisa jadi seperti sekarang karena Ayah mam”, lanjut JN dalam ceritanya

Dalam kehidupannya yang sekarang JN pun sedikit bercerita mengenai ayahnya. Ayahnya yang sekarang sudah tak sehebat dulu, mungkin dikarenakan usianya yang sudah tidak muda lagi. Selain itu, ayahnya pun jadi sering kembali ke hobbynya ketika masih muda. Opini penulis pada malam itu, mungkin sang ayah mengambil lagi kebebasannya yang sempat terampas ketika berjuang menghidupi keluarganya, khususnya pendidikan anaknya.
Kembali lagi ke suasana malam dimana kami berbincang, penulis pun pada saat itu menjadi teringat dengan ayahnya. Suatu kondisi dimana kami punya banyak kesamaan, salah satunya yakni sama-sama mempunyai ayah yang sempat menjadi pejuang tangguh bagi keluarganya. Kondisi yang sama juga terjadi kepada kami, yakni ketika ayah sudah tak sehebat dulu.
Saat itu penulis teringat dengan kondisi dimana penulis pernah menyalahkan sang ayah karena hal yang sepele. Kata-kata yang diucapkan JN pun sedikit mengingatkan penulis kepada momen-momen perjuangan ayah. Dimana sang ayah penulis berjuang mengantarkan album kepada kliennya, hujan-hujanan.
Lantas penulis pun langsung bercerita kepada JN mengenai momen-momen tersebut dan JN pun membalas dengan ucapan yang sekali lagi mengingatkan kita semua kepada sesosok ayah.

“Eh Bim, cerita lo jadi ngingetin gue waktu gue kecil, pas gue selalu nunggu ayah setiap pulang kerja”, ucap JN dalam sela perbincangan.
“Iya JN, gue inget banget koq, apalagi ketika sebelum ayah pulang kita selalu bertanya sama Ibu kita masing-masing ‘mah, ayah kapan pulang’?”, balas saya dengan ekspresinostalgic.
Ayah memang sosok yang selalu menginspirasi kita semua, saya yakin dari banyak pembaca tulisan ini banyak yang mempunyai cerita mengenai ayah lebih hebat dari kami. Siapapun mereka, ayah yang baik selalu menginspirasi anaknya, membuat anaknya lebih hebat dari dirinya.

Meskipun ayah, tak setangguh dulu….
»»  READMORE...

Jangan buru-buru pacaran. Menggebet itu lebih seru!


Ayo ngaku! Siapa yang lagi menggebet (atau mengincar) seseorang sekarang? Atau mungkin kamu lagi jadi gebetan seseorang? Nah, kalau kalian lagi menggebet orang, jangan buru-buru menyatakan cinta ke gebetanmu (baca: nembak) deh. Justru fase menggebet ini jadi fase paling seru dibanding fase lain dalam percintaan.

Kapan lagi ngerasain deg-degan setengah mati karena jumpa sama gebetan? Rasanya jantung berdetak kencang seperti baru selesai lari marathon. Kapan lagi bisa curi-curi pandang ke gebetan? Kalau jumpa sama gebetan, biasanya cuma bisa nunduk ke bawah. Tapi coba kalau gebetan lagi duduk di kantin atau di tempat terbuka, kamu ngintipin dari jauh sambil senyum-senyum sendiri (#pengalaman haha). Dan kapan lagi merasakan suka yang lebih dalam ketika menemukan ‘sesuatu yang baru’ dari gebetan? Awalnya kamu cuma tahu kalau gebetan itu hobi main basket, terus kamu ngelihat gebetan lagi main gitar, tambah suka deh sama gebetan hehe.

Semua hal itu cuma bisa dialami dalam fase menggebet deh!
Bandingkan ketika sudah berpacaran. Perasaan ‘ingin memiliki’ itu sudah sirna. Kenapa? Karena kamu sudah jadi pacarnya dan dia pun sudah jadi pacar kamu. Selesai. Terus apa lagi yang mau dicari? Tinggal masa penjajakan aja deh jadinya.
Dan serunya fase menggebet ini, kita enggak perlu terikat ke satu orang gebetan saja. Bebas mau punya berapa banyak gebetan. Enggak bakal ada yang melarang deh! Kalau buatku, gebetan itu seperti motivator, selain orang tua dan keluarga. Dulu waktu zaman sekolah kan rada malas ke sekolah (wajar dong #ngeles), nah gebetan itu bisa jadi ‘semangat’ tersendiri buat datang ke sekolah. Kalau mau berangkat sekolah, dalam hati mikir ‘mau belajar dan ngelihat gebetan!’ #gokilbangetini >_<

Fase menggebet juga jadi fase ‘pencarian informasi’ tentang gebetan. Kalau udah pacaran, semua yang ingin kita ketahui dari pasangan, pasti langsung dikasih tahu, kan? Enggak menantang! Tapi bandingkan sama fase menggebet. Kalau mau tahu makanan favorit gebetan, ya harus cari tahu sendiri. Enggak mungkin nanya langsung ke gebetan atau temen-temen gebetan, bisa-bisa disorakin satu sekolah hahaha. NO WAY!
Biasanya cara untuk mencari informasi tentang gebetan ya dengan menguntit kegiatan gebetan selama di sekolah. Tapi jangan sampai mencolok banget. Bisa-bisa kamu dikira stalker, terus gebetan jadi takut sama kamu. Main cantik, dong ;)

Nah, fase menggebet juga jadi ajang mencocokkan diri sama gebetan. Kita bisa menyaring kesamaan dengan gebetan. Misalnya kamu udah punya tipe pasangan tertentu nih. Dalam fase menggebet, kamu bisa mencocokkan kriteria kamu itu ke diri gebetan. Kalau fase menggebet ini dilakukan terlalu cepat, kemungkinan kamu nyesal itu cukup besar lhoo! Karena bisa jadi kamu belum tahu banyak tentang gebetan.
Namun biasanya, yang menikmati fase menggebet ini adalah orang-orang yang susah untuk move on duluan. Mereka lebih senang memendam perasaan ke gebetan. Hmm tapi mereka ini biasanya tipe orang yang sabar lhoo. Sabar cari informasi tentang gebetan, sabar memendam perasaan ke gebetan, bahkan mereka sabar kalau gebetan didekatin orang lain, sabaaaaar bangeeet deh! Hehehe…

Kalau mau diibaratkan, fase menggebet ini ibarat pendakian gunung. Proses mengenal alam dan jatuh-bangun untuk mencapai puncak. Sama seperti proses menggebet. Gebetan itu ibarat gunung. Semakin kita daki, akan semakin banyak fenomena/informasi baru yang kita dapat. Kalau kita cuma mendaki sebentar (alias menggebet sebentar), ya kita hanya sampai di tengah gunung aja. Tapi kalau kita sabar dan mau mendaki sampai puncak gunung, akan ada rasa puas dan lega jika nanti kita sampai di puncaknya.
Jadi, nikmati aja fase menggebet ini. Enggak perlu terburu-buru nembak atau jadiin gebetan sebagai pacar kamu. Karena justru fase menggebet ini adalah fase thrilling (menantang) dan lebih seru!
               
Selamat menggebet!
»»  READMORE...

Ngaca dulu! Harus!

 


 Pernah dengar lagu Christina Aguilera yang merupakan OST MULAN, Reflection? Bercerita tentang identitas seorang gadis yang sengaja disembunyikannya karena hal besar yang ditanggungnya. Suatu waktu ketika merenungi pilihan yang dijalaninya, ia bercermin melihat sosok diri, pantulan hidupnya yang telah banyak berubah. Kemarin, dan hari ini. Kemarin hanya menjadi gadis biasa, hari  ini ia menjadi prajurit menggantikan ayahnya. Dan cerita-cerita kehidupan Mulan kemudian benar-benar berubah.
Bercermin, mengapa  kita bercermin? Apakah perlu bercermin?
Sama halnya ketika kita bercermin mematut diri tiap hari untuk melihat raut wajah, atau penampilan kita, mengoreksi riasan, melengkapi busana yang kita pakai agar terlihat rapi dan sempurna, seperti itulah manfaat yang sama ketika kita bercermin merenungi hidup kita, tentunya sebagai evaluasi diri agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama,  bisa belajar meraih impian yang paling kita inginkan atau  kesuksesan jika pernah mendapatkannya. 

Lalu bagaimana caranya? Ada empat hal yang bisa dilakukan yaitu:

1. Membuat skala kemajuan, sejauh mana kesuksesan dan kegagalan kita dalam berbagai hal misal kesehatan, karir, finansial.
Progress dari skala harus terus menerus meningkat. Memang tak mudah. Kadangkala baru memulai saja malas, setelah memulai ada saja rintangan sampai  membuat kita bosan atau futur. Salah satu meminimalisir  kebosanan itu adalah menjaga keseimbangan skala kemajuan kita yang bisa dimulai  dengan mengkreatifkan diri dan mengkreasi progam-progam inovatif. Harapannya, kreasi bisa menstimulus kita untuk kembali ke jalan cita. 

2. Mengambil hikmah. Dalam perjalanan hidup pasti kita mengalami banyak hal dan bisa menjadi pelajaran untuk hari esok. Apapun jika kita mengalami kegagalan bisa menjadi pelajaran. Bagaimana dengan hikmah kesuksesan?sedikit  sekalipun pengalaman sukses harus kita hargai. Tergantung pada tingkat kepahaman kita, dan bagaimana kita memaknai kesuksesan itu. Harap dicatat, sukses bukan melulu kita bisa menaklukkan semua hal didunia, suksespun bisa kita dapat dengan bekal akhirat. Bahkan keduanyapun lebih baik.

3. Me-reframe pengalaman apapun, kejadian buruk yang terjadi di belakang dan diambil sisi positifnya. when you lost the game you lose the lesson

4. Belajar dari pengalaman sukses kita. Hal yang paling kecil sekalipun untuk memacu kita agar mendapat lebih dari yang kita capai sekarang.

Nah, Bagaimana jika setiap resolusi dan planning kita terus menerus mengalami kegagalan?
Kadang-kadang  kita sering over estimate pada rencana taun-taun kedepan tapi under estimate pada rencana-rencanadi  beberapa tahun dibelakang. Parahnya lagi  kita sering merasa puas dengan apa yang dicapai saat ini tanpa melakukan perbaikan-perbaikan. Maka Jawabannya hanya satu :Tak ada kata berhenti untuk belajar dan terus mencoba!
»»  READMORE...

Cowok, terlalu Ngotot ? "Tidak!"

“Apa yang kalian lakukan kalau gatal menyerang kulit ?”. pasti kebanyakan, akan menggaruknya sampai rasa gatal itu hilang. “Kalau masih tidak hilang ?”. Garuk lagi. “Muncul lagi ?”. Garuk terus. Pokoknya rasa gatal itu harus hilang tanpa jejak. Entah nanti kulit jadi terkelupas atau bahkan sampai berdarah pun, tak perduli.
Egois banget nggak sih cowok yang mengejar cewek kayak garuk kulit ketika gatal ?. Hehe. Udah jelas si cewek bilang tidak mau pacaran, masih aja dirayu untuk bisa dijadiin pacar. Si cewek udah ogah bales sms masih aja dikirimin sms. Apa nggak mikir kalau si cewek bakal tambah ilfill kayak kulit yang terkelupas atau bahkan sampai jengkel setengah mati kayak kulit keluar darah ketika digaruk. Huuuft…!
“Tapi itu sebuah perjuangan bro !”. perjuangan bagaimana yang dimaksut ?. “Perjuangan untuk mendapatkan cintanya”. Cinta siapa yang mau diperjuangkan untuk didapatkan ?. “yah cintanya si cewek itulah !”. Dia tidak mau pacaran. “Pokoknya berjuang dulu”.
Bego banget sih, masih maksain kehendak yang jauh dari harapan. Kalau mau berjuang itu, seharusnya ngejuangin sesuatu yang belum jelas supaya jadi jelas. Kayak berjuang untuk kemerdekaan. Itu kan jelas tidak jelas. Kalau sudah jelas mau merdeka, ngapain diperjuangin. Tinggal tunggu waktu aja sudah beres. Udah tau President jelas-jelas keblinger mau naikin harga BBM, masih aja teriak-teriak supaya tidak dinaikin. Hasilnya nihil juga kan !. hadduuuh… kasian.
Kalau mengaku sebagai laki-laki tidak seharunya lah mengejar cewek yang sudah pasti tidak mau dipacari. Toh masih banyak juga cewek yang mungkin bisa dan mau jadi pacar. Bukannya perbandingan antara cowok dan cewek udah masyhur.

Cara ngilangin gatal juga tidak hanya dengan menggaruk sampai mloncot saja kan ?. masih banyak alternative lain yang bisa dilakukan. Dengan minyak tawon, atau bahkan tidak menghiraukannya. Toh nanti juga hilang dengan sendirinya. Begitu juga dengan cewek. Tidak hanya cewek yang diincer saja kan yang hidup di muka bumi ini. Masih beribu-ribu jenis dan karakter. Emang kurang kerjaan, maksa cewek yang memang nggak mau pacaran.

Atau mending nggak usah cari pacar, kalau cuma dibuat punya-punyaan. Kayak gatal, juga nggak selalu datang kan ?. hehe. Kalau mau ada yang merhatiin, yah perhatiin dulu diri sendiri. Sudah tertib mandi tiga kali sehari belum ?. kalau belum yah jangan ngotot cari cewek yang nggak mau donk. Kalau sudah yaaah, tunggu ajaa. Kayak nunggu BBM yang dah pasti naik meski digemborin.
Bukan tidak bangga sebagai cowok, tapi malu kalau terlalu ngotot ke cewek. Mending ngotot jadiin diri hebat. Entah dengan cara gaya, pintar, sok cool, atau apalah yang penting bisa menaruh bintang di mata cewek kalau lagi ngliat kita. Kalau sudah bisa gitu, ntar juga akan dapet bintang tiga, kayak di game angry bird.

Intinya jangan terlalu ngotot lah ama yang namanya cewek. Kalau memang sudah ada jatah juga bakal datang sendiri. Apalagi cewek yang memang tidak ada kata pacaran dalam kamus hidupnya. Itu kan sama halnya dengan mengejar pucuk dunia. Mending ngejuangin yang memang jelas sudah ada sinyal suka, dari pada mengemis cinta. Hadduuuh… kasian amat !
»»  READMORE...

Pilihan dan Keputusan

Variasi pilihan dalam hidup ini tak jarang membuat bingung. Aku tak selalu dapat mengambil keputusan. Kadang pilihan yang kuambil tidak tepat. Banyak airmata yang turun, setiapkali aku mengambil keputusan yang kurang tepat. Semua menyadarkanku bahwa aku membutuhkan TUHAN, memberi aku bijaksana memilih melakukan yang benar, berapapun harga yang harus kubayar.

Pernah kukatakan pada seorang teman, untuk setiap keputusan, selalu ada harga yang harus dibayar. Bila aku ingin minum kopi, dengan suasana santai yang menyenangkan di STARBUCK misalnya, biaya yang kukeluarkan mungkin lebih dari 50 ribu. Bila ingin yang murah meriah, cukup sebungkus coffee mix, kubuat di kost atau asrama hanya 2000 rupiah barangkali. Itu baru soal minuman. Memilih pekerjaan atau pelayanan juga tak luput dari pengambilan keputusan.
Bahkan, berbicara tentang masalah kita pada orang lainpun merupakan pilihan. Aku sering membuat keputusan keliru. Tak jarang memilih hal yang salah. Karena emosi, tekanan dan tak jarang kebingungan. Aku belajar dari setiap keputusan dan pilihan yang salah. Aku hanya bergantung pada TUHAN, bahkan saat aku mengambil pilihan yang keliru, agar aku berani memperbaiki kesalahanku. Thanks GOD, for guiding me,…
»»  READMORE...

Andai sudah kutahu 20 Tahun yang lalu …

Ini bukan artikel untuk menasehati, apalagi menggurui.  Semakin bertambah umur dan sering dimintai pendapat oleh orang orang terdekat dan para sahabat,  membuat saya berpikir bahwa pada dasarnya manusia dewasa tidak butuh dinasehati. Jauh di dalam lubuk hati terdalam, sebagai manusia dewasa kita sebenarnya  sudah tahu apa yang benar dan apa yang tidak pantas untuk dilakukan.
Ketika meminta nasehat atau pendapat, sejujurnya sebagian besar kita menginginkan validasi atas kehendak dan keinginan kita sendiri.  Manusia  mencari pembenaran diri  lewat pendapat dan nasehat orang lain untuk membenarkan keputusan yang diambil. Bagaimanapun juga manusia  sebagai makhluk sosial akan merasa  lebih nyaman ketika alasan atau keputusan yang diambil dapat  diterima  dan  dipahami oleh sebagian besar orang lain, terutama  oleh mereka yang dekat.

Seiring dengan pertambahan usia, saya sendiri merasakan bahwa  dulu saya sering merasa benar dan pintar. Padahal justru disitulah kebodohan saya.  Banyak waktu dan energi  yang terbuang percuma ketika saya  masih berproses mencari kenyamanan dengan diri sendiri karena mengurusi hal remeh temeh yang sebenarnya tidak penting, dan tidak membawa pengaruh positif dalam hidup saya.
Well, that’s life. Bagaimanapun juga melakukan kesalahan adalah  bagian dari keseluruhan proses  yang membawa kita berada pada titik sekarang ini dan menjadi diri  kita sepenuhnya seperti sekarang.  Masa muda merupakan masa belajar dan melakukan kesalahan.  Keliru adalah lumrah. Itulah mengapa sering masa muda disebut sebagai  masa uji coba, dimana kesalahan terjadi sebelum menemukan yang benar dan yang terbaik bagi diri sendiri.

Dibawah ini adalah hal hal yang sebenarnya perlu saya ketahui sejak 20 tahun lalu, namun karena sifat dan jiwa muda yang sering kerasa kepala, banyak pelajaran hidup yang akhirnya memakan waktu lebih lama untuk dipelajari.  Saya ingin membagikan ini dengan para pembaca, bukan karena saya lebih pandai ataupun bijaksana, tapi saya berpikir seandainya ada yang memberitahukan ini kepada saya 20 tahun lalu, maka ada banyak waktu yang tidak perlu  terbuang , dan akan lebih sedikit sakit kepala yang saya alami.
 
Andaikan ini sudah kutahu  sejak 20 tahun yang lalu ;
1.  Manusia tidak dapat mengubah manusia lain. Merupakan hal yang bodoh ketika kita berpikir bahwa karena kita menasehati maupun memberitahukan  dengan penuh semangat, maka orang lain akan berubah sesuai dengan apa yang kita ingini.
Seseorang bisa berubah hanya  ketika dirinya  menginginkan untuk berubah. Hanya dengan bantuan Tuhan dan dengan ketekunan tinggi, maka sifat seseorang bisa dirubah.
Lalu apakah kita sebagai sahabat atau keluarga tidak ada gunanya menasehati ? Nasehat hanya berguna untuk membantu seseorang ketika niat untuk berubah itu sudah dimulai dari diri orang itu sendiri, dan dalam proses perubahannya,  nasehat maupun pandangan kita berguna sebagai pemberi  semangat dan  petunjuk tambahan.

2.  Agama bukan untuk diperdebatkan. Hakekatnya agama adalah panggilan hati dan jiwa yang diberikan Tuhan kepada masing masing manusia untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan dalam prosesnya kita berbuat baik kepada orang lain sebagai sesama ciptaan Tuhan.
Berdebat atau membicarakan agama, hanya membuang banyak energi dan waktu.  Belum terhitung  banyak perkelahian dan debat tanpa ujung pangkal yang pada akhirnya hanya membawa lebih banyak sakit hati, dendam dan kebencian.
Coba kita renungkan satu fakta ini : Ada berapa orang yang berubah pikiran setelah agama ataupun kepercayaannya dikritisi atau ditentang ?. Jawabannya tidak ada.  Paling tidak saya belum pernah bertemu dengan orang yang berubah pikiran mengenai agamanya setelah dikritik atau diserang orang lain.
Agama adalah sesuatu yang absolut, tidak dapat diganggu gugat.  Hidup ini akan jauh lebih mudah dan indah ketika kita sebagai sesama manusia beragama, saling menghormati dan menghargai dengan satu pikiran sederhana :Sebagaimana saya begitu mencintai dan menghormati Tuhan dan agama saya, begitu juga  sesama saya yang lain, meskipun berbeda caranya.
Agama bukan sesuatu yang digembar gemborkan keluar untuk dinilai orang lain agar kita merasa lebih benar.  Hemat saya, agama merupakan peraturan kedalam bagi diri sendiri, mensyukuri kehidupan yang sudah diberikan Tuhan, dan sebagai rasa syukur, maka kita menjalani hidup ini sambil membawa sebanyak mungkin kebaikan dimanapun kita berada.

3.  Tidak seorangpun bisa membahagiakan kita, kecuali diri kita sendiri. Hidup bahagia adalah keputusan pribadi. Tidak seorangpun bisa kita embankan kewajiban untuk membahagiakan kita, meskipun itu adalah pasangan hidup kita sendiri.  Bahagia itu dari dalam hati, dan bukan bergantung kepada materi  yang kita miliki maupun situasi disekitar kita.
Saya banyak berteman dan melihat orang yang memiliki banyak uang, banyak barang mewah, rumah dan villa dimana mana, berparas  cantik, memiliki pasangan hidup dan keluarga, namun toh tidak bahagia juga. Selalu saja ada yang salah, ada yang kurang, ada  saja yang tidak sesuai dengan kehendaknya.
Bahagia itu sekarang. Bukan ketika kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan baru bisa berbahagia. Manusia tidak lepas dari keinginan hati yang tidak pernah selesai.  Selalu memiliki  mimpi untuk dikejar dan diupayakan untuk diwujudkan.
Tidak ada yang salah dengan bermimpi dan memiliki keinginan. Namun kebahagiaan itu bukan terletak pada sesuatu atau seseorang yang harus dimiliki baru kita bisa berbahagia. Kebahagiaan itu  sudah ada dalam hidup ini, sudah lama tersimpan di dalam hati dan jiwa masing masing. Keputusan untuk menggunakannya sepenuhnya tergantung kepada diri kita sendiri. 

Bahagia itu mensyukuri bahwa kita sudah diberikan kehidupan dan kesempatan dilahirkan dan menikmati segala keagungan ciptaan Tuhan.  Segala usaha dan proses  mewujudkan keinginan, mimpi dan cita cita  demi perkembangan diri, adalah proses menjalani kehidupan sesuai dengan pilihan kita sendiri.
Now is the best time to be happy, because we have this gift called LIFE.
»»  READMORE...

Pudarnya Rasa Empati

Miris memang ketika saya membaca kalimat di atas yang saya buat sebagai judul tulisan ini. Bagaimana tidak ? dalam sebuah studi yang dipublikasikan secara online pada Jurnal Psychological Science edisi 25 Oktober 2010 ditemukan bahwa orang miskin yang mempunyai rasa empati lebih baik daripada orang kaya yang tidak mempunyai rasa empati. Uang tidak akan bisa membeli kebahagiaan dan status sosial seseorang.
Orang-orang dengan status sosial ekonomi tinggi (atau orang yang menganggap dirinya lebih baik) cenderung mempunyai emosi yang buruk dan mudah menghakimi orang lain baik pada saat melihat foto-foto dan berinteraksi dengan orang.
Dalam penelitian Michael Kraus, seorang peneliti postdoctoral dalam bidang psikologi di University of California, San Francisco, menemukan bahwa orang miskin lebih murah hati dengan hartanya dibandingkan dengan orang kaya. Empati orang miskin yang lebih besar itulah yang bisa menjadi akar dalam berbuat amal.


Pada saat ini Kraus dan rekan-rekannya tertarik untuk menemukan cara mempengaruhi tingkat empati rakyat. Kraus mengatakan bahwa menjadi empati merupakan salah satu langkah pertama untuk membantu orang lain.
Sekarang apakah rasa empati itu masih ada pada diri kita ? Atau penelitian Kraus ini benar - benar terbukti pada diri kita ?
Astaghfirullahaladzim.. jangan sampai kita kehilangan rasa empati kita, dan mudah - mudahan Allah tetap memeliharanya pada hati kita sampai akhir hayat. Amiin…..
Hal pertama yang benar-benar menarik perhatian adalah apakah kita bisa membuat orang menjadi kaya. Orang kaya dengan kemampuan besar untuk memberi dan memiliki rasa empati.
»»  READMORE...

Caci-Maki itu telah jadi ‘Makanan’ Sehari-hari

Atas nama kebebasan dan berlindung di balik identitas palsu, lalu sebebas-bebasnya melontarkan cacian, makian, dan hinaan di dunia maya. Sungguh menjadikan kita manusia yang hidup dalam kebablasan dan kehilangan kesejatian sebagai manusia. Apakah karena kita sebagai pelakunya hanyalah manusia palsu?

Ada fenomena menarik dalam hidup kekinian di dunia lain. Dunia yang bernama dunia maya. Dimana orang-orang bisa memiliki kehidupan tersendiri. Hidup dengan watak sesungguhnya atau hidup dengan kepribadian berbeda sebatas kata-kata.

Hanya hidup di dunia nyata tanpa terjun menelusuri dunia maya rasanya ada sesuatu yang kurang afdol. Sekarang dari anak-anak sampai kakek-nenek pun tak mau ketinggalan untuk ambil bagian. Demi tuntutan atau gaya hidup. Apalagi yang remaja.

Dengan adanya penciptaan dunia maya oleh maya, harus diakui faedahnya yang luar biasa bagi kemajuan dan peradaban.
Namun yang memprihatinkan dengan adanya dunia maya telah lahir kejahatan dan penyesatan.
Di mana di dunia maya kita bisa dengan mudah berlindung di balik identitas palsu. Menyamarkan keberadaan, sehingga memberi peluang untuk berbuat semauanya. Membebaskan melakukan sesuatu tanpa batas.

Salah satunya adalah dengan tanpa beban melontarkan caci-maki yang sambung menyambung.
Gara-gara idola berbeda. Para fans mati-matian membela idola dengan saling melempar cacian, makian, dan hinaan seperti membuang ludah di pinggir jalan.
Demi membela klub sepak bola yang berdua, kedua pihak rela mengeluarkan kata-kata kotor sampai bawa-bawa alat vital. Tak ketinggalan nama hewan disematkan.

Karena keyakinan berbeda saling melontarkan kata-kata kebencian. Menghujat nabi masing-masing dan melecehkan keyakinan. Di dunia maya sudah dianggap hal biasa dan seperti bukan hal yang berdosa.
Setiap hari bila berselancar mengelilingi jagat maya. Kata-kata cacian dan makian akan mudah ditemukan. Bertebaran bagai sampah yang menjijikan.

Mengerikan. Bahwa kebebasan atas pikiran dan kata-kata yang dimiliki sejatinya dipelihara untuk kebaikan dan kemanfaatan. Dengan mudah digunakan untuk membakar kebencian dan menciptakan permusuhan.
Entah keuntungan apa yang didapat, sehingga caci-maki dipelihara. Demikian bergairahnya mengetikan kata demi kata kata-kata sambil tersenyum puas. Merasakan yang dicaci gelagapan dan kehilangan muka, senangnya minta ampun.

Ya ampun, sampai segitunya? Dunia maya gitu loh! Maya tapi dapat menghasilkan kerugian yang nyata.
»»  READMORE...

Hujan dan Maknanya


Yah, kalau berbicara tentang hujan kebanyakan orang pasti terlena, terdiam bahkan mungkin karena ribuan dan tidak terbatasnya air yang jatuh dari langit ini. Sebagian ada yang berteduh karenanya, ada yang minum kopi hangat dengan gorengannya sambil menghisap rokok, ada juga yang nekat untuk basah-basahan dengannya. Memang banyak refleksi dari air hujan ini. Sangat-sangat sulit menangkapnya dengan sekejap mata saja. Saya sendiri sangat suka sekali dengan hujan. Hujan lebih dari air yang jatuh dari langit dan kemudian mengalir begitu saja. Bagi saya, hujan memberikan makna lebih. Salah satu yang membuat saya terpukau dengan hujan adalah, dimana ketika hujan, ada sebuah anomali tersendiri dimana, pikiran menjadi lebih dingin, hati senyap, inspirasi ini muncul ketika hujan datang. Hal ini pernah saya alami ketika ujian, dan tidak sama sekali mengerti apa yang ingin saya tulis di lembar jawaban ujian, entah mengapa, hujan datang di waktu ujian, dan sekejap, pikiran, otak, dan hati ini seakan encer sekali layaknya es yang mencair karena suhu 200 derajat.hahaha *emang ada?* :P Itu saja yang ingin saya ceritakan tentang hujan. Bagi saya intinya, hujan bukanlah air yang jatuh begitu saja. Ada makna yang lebih mendalam dari air itu.
»»  READMORE...

Bilang Saja Begitu

Selalu saja begitu. memikirkan orang. padahal belum tentu orang itu memikirkan kita. mengkhawatirkan orang padahal orang itu belum tentu mengkhawatirkan kita. entah dia lagi hepi-hepi. jalan-jalan. atau nonton film komedi sambil cekikikan hingga giginya rontok.selalu saja begitu.. memberi kesan jahat. kesan cuek. seakan membunuh karakter si antah berantah. bisa saja dia lagi tertawa terbahak-bahak membaca status atau twit kita. memberi sedikit respek seolah-olah menciptakan kesan misterius padahal pandangan tak lepas dari profil kita. bisa jadi..bisa jadi juga saya menulis ini karena kadar kegeeran saya tinggi sekali. merasa diperhatikan padahal melongok atau melihat kabar saja tidak. semua bisa jadi..

Lucu.. sangat lucu. menertawakan diriku sendiri. kebodohanku sendiri. hahahaha kalau ada yang menonton mungkin ini sudah jadi komedi paling lawak. soal hati bisa jadi soal intelejensi. memang, soal begitu membodohkan. bahkan menaruh akal dibelakang akal. mencoba realistis saja payah. apalagi membagi mana yang bisa dipercaya dan yang tidak? semua bisa jadi.. bisa jadi sekarang dia tidur enak sedangkan kau gelisah karena tak dapat kabar. atau bisa jadi dia sedang makan berdua dan kau misuh-misuh gak mau makan. bisa jadi dia sedang jalan-jalan dengan pasangannya dan kau tidak mau keluar kamar. semua bisa jadi. kadang otak perlu diselaraskan.
»»  READMORE...